NAMAEKA – Menjelang pergantian Kapolda Sulawesi Tengah yang akan segera terjadi, Yayasan Hijau untuk Keadilan Indonesia (YHKI) mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses seleksi kandidat.
Pernyataan itu dikeluarkan di tengah berhembusnya nama Wakil Kepala Polda Sulteng, Brigjen Pol. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, sebagai salah satu calon pengganti Irjen Endi Sutendi yang akan memasuki masa purnatugas pada April 2026.
YHKI menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak nama tertentu secara apriori, namun menggarisbawahi bahwa setiap kandidat termasuk yang menjabat dalam struktur internal Polda harus tunduk pada pengujian publik yang jujur dan berbasis rekam jejak yang dapat diverifikasi.
“Seorang calon pemimpin yang memiliki integritas sesungguhnya tidak akan menghindar dari pengujian publik sebaliknya, ia akan menyambutnya.
Transparansi bukan kelemahan; ia adalah fondasi kepercayaan yang tidak dapat ditawar,” tegas Direktur Eksekutif YHKI, Africhal Khmane’I.
Dalam pandangan YHKI, sebagai pejabat yang telah cukup lama bertugas di lingkungan Polda Sulteng, Wakapolda niscaya memiliki tanggung jawab institusional atas kondisi penegakan hukum yang ada termasuk lemahnya penindakan PETI yang disorot banyak pihak selama ini.
Pertanyaan yang relevan bukan semata soal visi ke depan, melainkan juga soal pertanggungjawaban atas apa yang terjadi dalam masa jabatan yang sedang berjalan.
“Yang kami tolak adalah kebiasaan lama menempatkan seseorang di posisi strategis tanpa akuntabilitas yang memadai dan tanpa evaluasi rekam jejak yang jujur.”
YHKI juga mencatat bahwa nama Brigjen Helmi Kwarta sebelumnya terseret dalam pemberitaan berbagai media lokal terkait dugaan keterkaitan dengan aktivitas PETI yang tengah marak di Parigi Moutong.
Lembaga ini menegaskan, rangkaian pemberitaan media, pernyataan lembaga sipil, dan respons legislatif yang ada membentuk sebuah narasi yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
Sebagai penutup, YHKI mengajak seluruh elemen masyarakat sipil, jurnalis, akademisi, dan tokoh adat untuk ikut mengawal proses pergantian Kapolda Sulteng dengan teliti dan kritis.
“Pilihan hari ini akan menentukan wajah penegakan hukum Sulteng untuk tahun-tahun mendatang,” pungkas Africhal.



