NEMAEKA – Usai penangkapan terhadap aktivis lingkungan Arlan Dahrin yang berujung pada pembakaran Kantor Perusahaan PT. Raihan Catur Putra (RCP), Kepolisian Resort (Polres) Morowali melakukan sejumlah penangkapan.
Diketahui pada Minggu, 4 Januari 2026, tercatat Royman M Hamid seorang wartawan yang menjalankan profesi jurnalisme advokasi dan kerap mengawal konflik agraria di Morowali, ditangkap Polisi.
Menurut keterangan sejumlah masyarakat, awalnya melihat banyak polisi mendatangi rumah seorang masyarakat Torete bernama Asdin yang merupakan kakak dari aktivis Arlan Dahrin.
Kedatangan polisi diiringi dengan suara tembakan beruntun.
“Saya dari rumahnya Jufri Jafar, langsung mendatangi rumah Asdin,” sebut saksi Firna M Hamid sebagaimana dikutip dari Duta Berita Nusantara pada Senin (5/1/2026).
Lanjutnya, ada salah seorang ibu yang biasa dipanggil Lina alias Mama Arwan, ditodongkan sejata sambil ditanya tentang keberadaan Royman M Hamid.
Saat itu, langsung disampaikan Royman berada di rumah Jufri yang tidak jauh dari rumah saudara Asdin.
Mendapat informasi itu, sejumlah Polisi mendatangi Royman M Hamid di kediaman Jufri yang di pimpin langsung Kasatreskrim Polres Morowali.
Dalam video yang beredar, Kasatreskrim Polres Morowali bersama sejumlah anggota polisi berseragam dan bersenjata lengkap. Sedangkan anggota polisi lainnya berpakai biasa.
Selanjutnya, Kasatreskrim Polres Morowali duduk di bangku (kursi-Red) depan rumah Jufri berhadapan dengan Royman M Hamid.
Kasatreskrim Polres Morowali mengatakan, dirinya datang dengan lengkap administrasi, sehingga Royman M Hamid meminta untuk melakukan dokumentasi terkait administrasi penangkapan, karena dirinya merasa berhak mengetahui perihal penangkapan terhadap dirinya.
Akan tetapi, Kasatreskrim Polres Morowali enggan memberikan administrasi terkait penangkapan tersebut untuk di dokumentasikan.
Hingga terjadi penangkapan paksa dengan cara langsung dipiting leher dan tangannya dipegang, untuk selanjutnya dibawa menuju mobil polisi oleh beberapa anggota polisi.
Melalui video yang beredar maupun sejumlah saksi mata di lapangan, sejumlah masyarakat menyayangkan penangkapan terhadap Royman M Hamid maupun Arlan Dahrin yang terkesan diperlakukan kayak teroris.
Padahal keduanya yang kerap mengawal aspirasi dan perjuangan masyarakat setempat.***



