BUNGKU PESISIR — Sepanjang pesisir yang seharusnya damai di Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, ada kegelisahan yang tak lagi bisa dibungkam.
Namun ketika warga ingin bersuara, mereka memilih untuk tidak menampakkan wajah dan nama aslinya. Bukan karena takut pada kebenaran, melainkan karena merasa tidak aman, khawatir setelah menyampaikan keluhannya, justru dicari-cari kesalahan lain.
Inilah alasan mengapa suara ini datang atas nama banyak warga, bukan atas nama perorangan.
Narkoba Tak Lagi Sesuatu yang Tabu
Keprihatinan mendalam menyelimuti masyarakat di kawasan ini. Narkoba jenis shabu-shabu kini beredar begitu leluasa, hingga ke pelosok-pelosok pemukiman.
Barang haram ini seolah tidak lagi menjadi sesuatu yang asing atau tabu di tengah masyarakat. Generasi muda menjadi yang paling rentan terjebak dalam pusaran kehancuran ini.
“Kami melihat anak-anak muda kami perlahan berubah. Kami khawatir, tapi kami bingung harus berbuat apa. Rasanya kami berdiri di tepi jurang, menyaksikan masa depan putra-putri kami perlahan direnggut.” Ungkap perwakilan warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan diri dan keluarganya.
Kesan Pembiaran yang Membuat Warga Putus Asa
Yang menyakitkan bagi warga adalah kesan seolah-olah keberadaan narkoba di wilayah ini dibiarkan begitu saja.
Masyarakat merasakan bahwa aparat kepolisian, khususnya Polsek Bungku Selatan, tampak belum berdaya menghadapi situasi ini.
Tidak jarang muncul dugaan bahwa ada kelonggaran atau bahkan pembiaran yang terjadi di balik layar.
Warga tidak menuduh, tetapi mereka mempertanyakan: mengapa barang terlarang ini bisa beredar begitu bebas di wilayah hukum tersebut tanpa ada penindakan yang berarti?
Harapan Satu-satunya: Tindakan Tegas dari Pimpinan Tertinggi
Karena merasa suaranya belum didengar di tingkat kecamatan dan kabupaten, harapan warga kini tertuju kepada Bapak Kapolri.
Mereka memohon agar Kapolri berkenan memerintahkan langsung kepada Kapolres Morowali untuk bertindak tegas, menyeluruh, dan tanpa pandang bulu.
“Jangan tunggu sampai generasi muda kita hancur lebur. Bertindaklah sekarang. Selama masih ada yang bisa diselamatkan. Kami tidak meminta keistimewaan, kami hanya meminta keamanan dan masa depan yang bersih untuk anak-anak kami.”
Pesan untuk Kita Semua
Suara warga Bungku Pesisir adalah cerminan keprihatinan yang mungkin juga dirasakan di banyak tempat lain.
Bahwa ketika warga takut menyampaikan kebenaran secara terbuka, itu bukan kemenangan bagi siapa pun, itu adalah kekhawatiran yang harus menjadi perhatian bersama.
Semoga keluhuran hati dan keprihatinan warga ini sampai kepada pihak yang berwenang, dan tindakan nyata segera hadir sebelum terlambat.
Laporan ini disusun berdasarkan aspirasi warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan pribadi.***



