Selected menu has been deleted. Please select the another existing nav menu.

Recent News

Mengenal Sosok Jamrin T. Andi Raga, Ayah yang Hadir Saat Dunia Menjauh

NEMAEKA — Hiruk-pikuk dunia yang sibuk mengejar keuntungan dan kedudukan, ada kisah sederhana namun menembus kalbu. Tentang seorang laki-laki yang memilih berhenti, berbalik arah, dan memeluk dua nyawa yang hampir terbuang.

Namanya Jamrin T. Andi Raga. Dulu ia dikenal sebagai abdi negara, seorang polisi yang menjaga ketertiban. Namun bagi dua jiwa kecil yang terlantar, ia adalah lebih dari itu, ia adalah rumah yang kembali berdiri.

Semuanya bermula tahun 2020 silam. Dari mulut anak kandungnya, Moeh Alief, terungkap kisah dua sahabat yang hidup tanpa orang tua: Hasan dan Husen, sepasang kembar yang sejak dini sudah menjadi yatim piatu.

Hidup mereka bukan sekadar susah, mereka harus bertahan sendirian, berdua saja, di atas tanah dan rumah peninggalan orang tua yang justru membuat mereka menderita.

Ada pihak yang ingin menyorobot apa yang menjadi hak mereka. Mereka sering disakiti, ditekan, dan dipaksa menyerah. Tak ada pelindung, tak ada tempat berlindung.

Jamrin T. Andi Raga mendengarnya, dan hatinya tak bisa diam.

Saat itu masih berseragam, ia tidak sekadar bersimpati, ia mengambil sikap tegas.

Ia datang, memeluk mereka, dan menyatakan kepada dunia: Hasan dan Husen adalah anak angkatku. Siapa pun yang berani menyakiti mereka, berhadapan denganku.

Jamrin memasang badan. Bukan dengan kekerasan, melainkan dengan ketegasan seorang ayah yang tak akan membiarkan anak-anaknya dirampas.

Ia berdiri di antara mereka dan segala ancaman, memastikan tanah mereka tetap milik mereka, dan masa depan mereka tidak dirampok.

Tahun berganti, profesi pun berubah. Jamrin kini telah berpindah haluan, menjadi pengusaha yang dipercaya memimpin sebagai Ketua Benua Trisula Group. Namun satu hal tak pernah berubah: kasih sayangnya kepada Hasan dan Husen.

Kini kedua kembar itu sudah dewasa, sudah berkeluarga, berdiri tegak di atas kaki sendiri. Namun di mata mereka, Jamrin tetaplah ayah yang tak pernah membedakan.

Tak ada kata “angkat” di hati mereka, yang ada hanyalah rasa berbakti kepada orang yang mengangkat derajat mereka saat dunia menoleh ke belakang.

“Bukan harta yang membuat seseorang menjadi ayah, melainkan kehadiran saat dunia pergi.”

Itulah kisah Jamrin T. Andi Raga. Bukan sekadar membantu, ia menjadi pelindung, menjadi keluarga, menjadi ayah.

Di tengah dunia yang kadang terasa dingin, ia membuktikan: kebaikan tulus tak pernah pudar oleh waktu.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Media online yang menyajikan informasi aktual, dan terpercaya.
Alamat Redaksi: Kompleks Raja Tribber Group, Ruko CITRA LAND Blok AA3/28 Tondo, Kota Palu
Email : nemaeka.terkini@gmail.com
WhatsApp: 0821-9694-1334

© 2026 NeMaeka.Com.